21/02/2021

Kategori Puisi

23 Mei 2021

Oleh : Evie Safitri

KAU DAN SEBATANG LILIN KECIL

Bagai sebatang lilin yang menyala di ujung pandang

Yang terlihat seperti titik tak bermakna

Semakin kau dekati barulah tampak adanya

Sendiri di tengah hamparan malam tanpa hadirnya rembulan

Yang hanya menunggu angin malam meniup sumber penerangan

Namun, saat kau datang menghampiri

Keheningan malam seakan berganti

Rasa takut dan risau sempat menyelimuti

Tidak lain hanyalah karena kau dan aku berbeda

Aku sebatang lilin dan kau manusia, sang Makhluk Sempurna

Tetapi itu semua seakan pergi bagai daun tertiup angin

Aku hanya lilin biasa

Di mana aku akan meleleh dan terbakar habis

Namun, apa daya, aku membutuhkan api

Agar aku bisa selalu hangat dan melihat indahnnya dunia

Tetapi bagaimana bisa?

Bagaimana bisa kau meyakinkanku?

Walau aku hanya sebatang lilin

Aku bisa melihat ketulusan tercurah di matamu

Aku hanyalah lilin yang tidak berguna

Cahayaku tak sebanding dengan apa yang kau lakukan untukku

Termasuk kau mau menerimaku sebagai seorang sahabat