Kategori Cerpen

21 Februari 2021

[KATEGORI CERPEN_PANGGUNG MEDIA BEM POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA]

Oleh : D A A
DIII RMIK Cirebon
Tema Karya : Horror Fiction

Malam ini terlihat agak sedikit berbeda. Belum tepat tengah malam, warung makanan sudah tidak menerima pelanggan. Hanya beberapa kedai kopi kecil saja yang masih ramai dikunjungi anak anak muda.

Rasa lelahku menuntun ku ke sebuah kedai kopi diujung jalan. Aku memesan teh manis hangat dengan mie instan untuk menghangatkan tubuhku. Pengunjung lain terlihat asik dengan kawan kawan nya. Sedang aku masih saja memikirkan tugas kuliah yang tak kunjung selesai.

“Ini neng pesanan nya”

Mie kuah dengan telur setengah matang diatasnya, ditambah dengan potongan cabai rawit pedas, kesukaan ku. Aku pun segera memakan mie instan itu dengan lahap, lalu meminum secangkir teh manis hangat agar segera kembali ke kontrakan ku. 

Dijalan menuju kontrakan, suasana jalanan sangat sepi. Lampu lampu kamar di perumahan yang aku lewati sudah dimatikan oleh penghuninya. Jalanan yang biasanya ramai di siang hari, sekarang sangat sepi seperti tempat yang tidak pernah dilewati manusia. Ditambah rasa dingin yang memaksa masuk kedalam tulang tulang ku. Aku pun menyimpan tangan ku di kantong jaket bermaksud mengurangi rasa dingin nya.

Tiba di persimpangan jalan menuju kontrakan, aku merasa seperti ada yang mengikuti.

Krak…

Terdengar suara seseorang yang menginjak ranting dibelakangku. Aku pun berhenti berjalan, aku menoleh kebelakang untuk mengecek sumber suara itu. 

Ah tidak ada apa apa’ Aku pun melanjutkan perjalanan ku. 

Whossssshhh!! Hahahaha!!

Baru beberapa langkah, ada angin yang melintas dengan cepat. Lalu terdengar suara tertawa seorang wanita. Aku sangat ketakutan. Keringatku bercucuran, tangan ku gemetaran. Aku berusaha melihat ke belakang berharap memang ada manusia dibelakang ku, namun aku tidak melihat apa apa di sana.

Angin sedikit berhembus kencang dan dingin pun semakin menyerang. Kejadian tadi masih teringat jelas, aku berusaha tidak peduli dengan kejadian tadi. 

Tapi kali ini seperti ada langkah kaki yang mengikuti ku.

Aku pun sedikit berjalan lebih cepat, namun langkah kaki itu terdengar lebih cepat. Lalu aku berlari tanpa menoleh ke belakang.

Setelah sampai gerbang kontrakan, aku mencari kunci untuk membuka gemboknya. Saku kanan tidak ada, di saku kiri pun tidak ada. Perasaan ku sangat panik karena kunci gembok itu tidak ada. Lalu aku merogoh ke dalam tas ku. 

Ah, ini dia kuncinya’ Aku pun segera membuka gembok tersebut dan  berlari masuk ke dalam lalu menutup pintunya.

Namun aku terdiam. Aku melihat bayangan yang bolak balik didepan pintu kontrakan. Dan aku merasa sekarang dia sudah memegang gagang pintu itu.

Kraeek! Kreeeek! Kreeek!

Bayangan itu seperti memaksa masuk kedalam kontrakanku.

 ‘Jangan masuk.. jangan masuk…’ aku memohon dalam hati agar bayangan itu tidak masuk.

Kreek! Kreeek! Krekk! Hahahaha! Suara wanita yang tadi kutemui terdengar lagi. Dia terus menggerak gerakan gagang pintu . 

Suasana yang tadinya ricuh tiba tiba menjadi hening, aku pun heran. Suara gagang pintu dan suara tertawa itu hilang. Aku tak melihat gerakan bayangan wanita itu lagi. 

Dengan rasa penasaran, aku melihat ke arah luar melalui lubang kunci pintu, untuk memastikan keberadaan bayangan itu. 

Namun aku terkejut melihat apa yang aku lihat. Badanku membeku, mulutku seakan terkunci. Waktu seperti terhenti pada saat itu.

BRAAKK …!!!

Tubuhku terpental, nafasku terengah-engah. Aku terjatuh dari kasur.

Hanya mimpi 

Aku terbangun dari tidurku, membangunkan diri dari mimpi buruk itu. Lalu melanjutkan revisi tugas akhirku. 

TAMAT…